Lensa Fix Terbaik – Dengan Focal Length Klasik 35mm, 50mm, dan 85mm

Lensa Fix Terbaik – Dengan Focal Length Klasik 35mm, 50mm, dan 85mm

Jasa Foto Wedding Jakarta – Berikut ini adalah jajaran lensa prime dengan kemampuan intensitas cahaya tinggi, manakah yang terbaik Lensa fix merupakan lensa yang paling dicari oleh para fotografer. Mengapa hal ini bisa terjadi Karena, lensa fix mampu menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan lensa zoom berkat aperture lebar. Lensa fix dengan panjang fokal 50mm menjadi salah satu yang paling banyak dicari baik bagi para pengguna Nikon maupun Canon. Kali ini CHIP Foto Video mencoba menyajikan jajaran lensa fix dari mulai panjang fokal 35mm, 50mm, hingga 85mm.

Jajaran lensa fix ini memiliki bukaan terlebar f1,2 hingga f1,8. Peran Aperture Lebar Aperture berperan penting dalam fotografi. Aperture lebar dapat mempermudah Anda dalam mendapatkan cahaya saat memotret. Semakin lebar Aperture yang dimiliki lensa, maka akan semakin banyak pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor kamera. Pada pengujian kali ini Canon memiliki lensa yang memiliki aperture ekstreme yakni f1,2. Tetapi jangan terkecoh dengan aperture lebar, tidak selamanya aperture lebar mampu menghasilkan gambar yang baik.

Memang, bukaan lebar dapat menangkap cahaya lebih banyak, tetapi bukaan terlalu lebar akan membuat depth of field menjadi lebih sempit dan efek bokeh terlalu terasa sehingga objek utama tidak terlalu jelas. Sebenarnya dalam memotret tidak selamanya harus menggunakan aperture terlebar, disarankan untuk menaikkan dua atau tiga fstop aperture untuk mendapatkan hasil terbaik dari sebuah lensa. Lensa dengan bukaan lebar memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan lensa yang memiliki aperture lebih kecil. Ini dapat Anda lihat pada lensa Canon 50mm f1,2L yang memiliki bobot sekitar 580gr, bandingkan dengan lensa Canon 50mm f1,8 STM yang hanya memiliki bobot 160gr saja.

Permasalahan di Aperture Maksimum Selain mengalami penyempitan depth of field, lensa dengan maksimum Aperture juga sering kali mengalami gagal fokus. Bukaan yang terlalu lebar terkadang akan menyulitkan saat pemotretan siang hari yang memiliki cahaya sangat keras. Kelemahan ini akan mengakibatkan sebuah gambar akan menjadi tidak dramatis lagi. Ketika foto yang Anda hasilkan memiliki depth of field yang kurang kuat maka secara otomatis foto tersebut akan terlihat biasa saja dan kurang mempunyai makna yang ingin disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *